50 Peserta didik PKBM Harapan Bangsa Mengikuti Gladi Bersih Asesmen Nasional (AN)

PELAKSANAAN GLADI BERSIH ASESMEN NASIONAL PKBM HARAPAN BANGSA TAHUN 2025

Dalam rangka meningkatkan kualitas capaian maksimal Rapor Pendidikan dan memastikan kesiapan sarana, peserta, serta sistem dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2025, maka PKBM Harapan Bangsa melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Asesmen Nasional Tingkat Satuan Pendidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan simulasi nyata kepada peserta didik mengenai alur dan teknis pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer).
  2. Menguji kesiapan perangkat TIK dan jaringan internet yang akan digunakan saat pelaksanaan resmi AN Tanggal 9 -10 Agustus Mendatang.
  3. Memberikan pemahaman teknis kepada proktor, teknisi, serta tim pelaksana agar pelaksanaan AN berjalan lancar.

Kegiatan Gladi Bersih dilaksanakan pada:

  1. Hari/Tanggal : Rabu –Kamis (, 30-31]Juli 2025
  2. Waktu : 08.00 – selesai
  3. Tempat : Laboratorium TIK PKBM Harapan Bangsa

Dengan pelaksanaan gladi bersih ini, diharapkan semua pihak dapat:
Menjalankan tugas dan perannya secara optimal

  1. Meningkatkan pemahaman teknis pelaksanaan asesmen
  2. Mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan hasil asesmen yang akan tercermin dalam Rapor Pendidikan

Tujuan Gladi Bersih Asesmen Nasional:

  1. Menguji Kesiapan Teknis Perangkat dan Jaringan
    1. Memastikan semua perangkat komputer/laptop, jaringan internet, dan server lokal berfungsi dengan baik.
    2. Mengantisipasi potensi kendala teknis saat pelaksanaan AN sebenarnya.
  2. Memberikan Simulasi Nyata bagi Peserta Didik
    1. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik tentang tata cara pengerjaan asesmen.
    2. Mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti ANBK.
  3. Melatih Proktor dan Teknisi
    1. Memberikan pemahaman teknis tentang prosedur operasional ANBK kepada petugas, proktor, dan teknisi.
    2. Meningkatkan koordinasi tim pelaksana agar lebih siap dan sigap saat pelaksanaan asesmen resmi.
  4. Menilai Kesiapan Ruang dan Sarana Pendukung
    1. Mengevaluasi kelayakan ruang asesmen (ventilasi, listrik, kenyamanan).
    2. Memastikan tersedianya meja, kursi, serta sarana pendukung lainnya sesuai standar.
  5. Menjaga Kelancaran Pelaksanaan Asesmen Nasional
    1. Mencegah gangguan atau hambatan saat hari H dengan mendeteksi dan memperbaiki kekurangan sejak awal.
    2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan asesmen nasional yang sesungguhnya.
  6. Meningkatkan Kualitas Pelaporan dan Rapor Pendidikan

Dengan pelaksanaan gladi bersih yang maksimal, hasil AN dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya dari proses pembelajaran di satuan pendidikan.

  1. Peserta Gladi Bersi Asesmen Nasional Gelombang II

Jumlah Peserta Gladi Bersih Asesmen Nasional PKBM Harapan Bangsa Tahun 2025

Berdasarkan data peserta didik yang telah terdaftar dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025, berikut adalah rincian jumlah peserta Gladi Bersih:

No Jenis Peserta Jumlah Keterangan
1 Peserta Didik Utama 45 Peserta utama yang mengikuti asesmen
2 Cadangan (optional) 5 Disiapkan jika ada peserta utama berhalangan
Total 50 Termasuk peserta utama dan cadangan

Catatan:

  • Jumlah peserta disesuaikan dengan kuota dan kebijakan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek melalui sistem pendataan ANBK.
  • Peserta utama adalah warga belajar yang memenuhi kriteria seleksi berdasarkan data Dapodik dan jenjang pendidikannya (misalnya Paket A Setara SD, Paket B Setara SMP, dan Paket C Setara SMA).
  • Peserta cadangan bertugas menggantikan peserta utama apabila terjadi kendala seperti sakit atau tidak hadir Karena:
  1. Sudah Meninggal Dunia
  2. Sudah Pindah Sekolah
  3. Sedang Berada di Luar Kota Kupang
  4. Sakit
  5. Tidak Mendapatkan Ijin dari Pimpinan Tempat bekerja.

Pelaksanaan AN Paket C / PKPPS Ulya

  • Dijadwalkan pada tanggal 9–10 Agustus 2025

📋 Rangkuman Jadwal Penting Tahun 2025

Jenjang / Paket Tanggal Pelaksanaan AN
Paket C / PKPPS Ulya (Gelombang 2) 9–10 Agustus 2025
SMK/SMA/MA 4–7 Agustus 2025
SMP / MTs 25–28 Agustus 2025
Paket B / PKPPS Wustha 30–31 Agustus 2025
SD/MI Tahap I (Gelombang 1 & 2) 22–25 September 2025
SD/MI Tahap II (Gelombang 3 & 4) 29 Sept–2 Okt 2025

ℹ️ Keterangan Tambahan

  1. Jadwal di atas mengacu pada Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 1249/H.H4/SK.02.02/2025 dan informasi resmi Pusmendik serta Litbang Pendidikan com+2ayomadrasah.id+2tirto.id+2reddit.com+15melintas.id+15mamikos.com+15imrantululi.net+10melintas.id+10news.detik.com+10id.scribd.com+4madrasahebat.com+4ayomadrasah.id+4.
  2. Paket C diselenggarakan khusus pada akhir pekan (Sabtu–Minggu) yaitu 9–10 Agustus 2025, selain opsi pelaksanaan di awal minggu bagi beberapa peserta dan daerah commadrasahebat.com.

Berdasarkan informasi resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan data PKBM Harapan Bangsa Kota Kupang, berikut penjelasan mengenai jumlah peserta Asesmen Nasional Paket C Tahun 2025:

📌 Ketentuan Resmi Jumlah Peserta ANBK Paket C

📊 Jumlah Peserta Didik Paket C PKBM Harapan Bangsa

Menurut data Dapodik terbaru per Juni–Juli 2025, PKBM Harapan Bangsa memiliki:

Namun dalam pelaksanaan AN, peserta yang diundang mengikuti asesmen adalah peserta yang ditentukan secara acak (random sampling) oleh sistem ANBK sesuai batas maksimal, yaitu hingga 45 utama ditambah 5 cadangan.

✅ Estimasi Jumlah Peserta ANBK Paket C PKBM Harapan Bangsa 2025

Jenis Peserta Jumlah Peserta
Peserta Utama Maksimal 45 orang
Peserta Cadangan Hingga 5 orang
Total Maksimal 50 peserta
Total Peserta Pak. C Tersedia 96 siswa terdaftar

Durasi/Lamanya Kegiatan Gladi Bersih ANBK

Kegiatan  Gladi Bersih Berlangsung selama ⏳ 2 Hari

Dengan rincian sebagai berikut:

Hari Kegiatan Waktu Pelaksanaan (Estimasi)
Hari 1 Gladi Bersih Asesmen Literasi dan Numerasi 07.30 – 10.30 (2–3 jam)
Hari 2 Gladi Bersih Survei Karakter dan Lingkungan Belajar 07.30 – 10.30 (2–3 jam)

⚠️ Waktu bisa menyesuaikan jadwal satuan pendidikan, jumlah sesi, dan ketersediaan perangkat.


💡 Penjelasan Tambahan:

  • Gladi bersih dilakukan mirip dengan pelaksanaan resmi ANBK, namun soalnya tidak dinilai dan hanya untuk uji sistem, kesiapan siswa, serta perangkat.

  • Jika peserta dibagi dalam beberapa sesi (misal sesi 1 dan sesi 2) karena keterbatasan perangkat, maka total waktu per hari bisa menjadi lebih lama (hingga sore).

  • Durasi setiap asesmen per peserta:

    • Literasi: ±90 menit

    • Numerasi: ±90 menit

    • Survei Karakter: ±30–60 menit

    • Survei Lingkungan Belajar (untuk guru/proktor): ±30 menit

ℹ️ Catatan Tambahan:

  • Tidak semua siswa Paket C otomatis ikut dalam ANBK karena sistem menggunakan metode random sampling dari data Dapodik/EMIS.
  • Jika jumlah peserta didik kurang dari batas maksimal (misalnya total Paket C hanya 30), maka semua bisa menjadi peserta utamanya dan sisanya dijadikan cadangan.
  • Anda dapat memverifikasi siapa peserta utama dan cadangan melalui dashboard panitia ANBK atau via Kemdikdasmen.

Demikian Pernyataan Resmi oleh: Direktur PKBM  Harapan Bangsa ( Petrus Allung)

Program Pendataan APS

. URGENSI ANAK PUTUS SEKOLAH DI NTT 

📌 1. Jumlah Anak Putus Sekolah Sangat Tinggi

  • Berdasarkan data, 145.268 anak di NTT tercatat sebagai APS.
  • Angka ini sangat mengkhawatirkan karena mencerminkan tingginya ketimpangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.
  • Jika tidak ditangani segera, akan menciptakan generasi yang tertinggal secara kompetensi dan sosial.

📌 2. Dampak Jangka Panjang Terhadap Kualitas SDM

  • Pendidikan adalah fondasi utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
  • Tingginya APS berpotensi memperluas lingkaran kemiskinan antar-generasi.
  • Anak yang tidak sekolah lebih rentan terhadap:
    • Eksploitasi anak dan pekerja anak
    • Pernikahan dini
    • Kekerasan dalam rumah tangga
    • Buta huruf dan buta digital

📌 3. Hambatan Pembangunan Daerah

  • Provinsi NTT masih termasuk salah satu dengan IPM terendah secara nasional.
  • Rendahnya tingkat pendidikan warga akan menghambat:
    • Produktivitas ekonomi lokal
    • Daya saing tenaga kerja
    • Daya tarik investasi dan sektor pariwisata

📌 4. Tantangan Khusus NTT:

  • Akses geografis sulit (daerah kepulauan, pegunungan)
  • Kemiskinan struktural dan keterbatasan infrastruktur pendidikan
  • Keterbatasan guru dan sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
  • Budaya nikah muda dan bekerja sejak dini

📌 5. Tahun 2025 Adalah Momentum Penentu

  • Sejalan dengan target nasional:
    • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2025
    • Visi Indonesia Emas 2045
  • Tahun 2025 menjadi batas krusial untuk mengejar ketertinggalan pendidikan melalui:
    • Pendidikan inklusif dan fleksibel
    • Penguatan peran pemerintah daerah dan desa
    • Kolaborasi lintas sektor (gereja, LSM, CSR, diaspora NTT)

Kesimpulan:

Menangani anak putus sekolah di NTT bukan hanya masalah pendidikan, tapi juga menyangkut masa depan pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Tahun 2025 harus menjadi titik balik: dari krisis pendidikan menuju kebangkitan sumber daya manusia NTT.

B.🎯 TUJUAN PENDATAAN 145.268 ANAK PUTUS SEKOLAH (APS) DI NTT

  1. Mengidentifikasi dan Memetakan APS
    • Mengetahui jumlah, lokasi, usia, dan alasan anak putus sekolah di setiap kabupaten/kota.
  2. Menjadi Dasar Intervensi Pemerintah
    • Data digunakan untuk menyusun kebijakan afirmatif: program beasiswa, sekolah alternatif, pendidikan nonformal, dll.
  3. Mendorong Pemerataan Akses Pendidikan
    • Agar seluruh anak di NTT mendapat hak pendidikan yang layak sesuai amanat UUD 1945 dan UU Sisdiknas.
  4. Memutus Rantai Kemiskinan dan Ketimpangan
    • Pendidikan adalah kunci mobilitas sosial. Dengan data akurat, program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
  5. Membangun Kolaborasi Multipihak
    • Mendorong sinergi antara pemerintah, sekolah, desa, gereja, NGO, dan masyarakat adat dalam menyelesaikan isu APS.
  1. 🧭 STRATEGI PENDATAAN APS DI NTT

1. Pendataan Berbasis Desa

  • Libatkan pemerintah desa, RT/RW, kader posyandu, guru PAUD, dan tokoh masyarakat.
  • Gunakan pendekatan dari pintu ke pintu (door to door).
  • Integrasikan data dengan aplikasi SIAK, Dapodik, atau data Dukcapil.

2. Pemetaan Digital dan Manual

  • Gunakan peta wilayah untuk menandai kantong-kantong APS.
  • Bentuk tim relawan pendidikan di kecamatan untuk validasi data lapangan.

3. Klasifikasi Data APS

  • Berdasarkan usia, jenis kelamin, jenjang terakhir, dan penyebab putus sekolah (ekonomi, jarak, nikah dini, dll).
  • Pisahkan antara:
    a) Drop-out aktif (masih ingin sekolah kembali)
    b) Drop-out pasif (perlu pendekatan khusus)

4. Pelibatan Lintas Sektor

  • Koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dukcapil, Dinas Sosial, Bappeda, dan organisasi keagamaan.
  • Libatkan lembaga adat, tokoh agama, dan LSM lokal untuk pendekatan kultural.

5. Pemanfaatan Teknologi dan Aplikasi

  • Gunakan aplikasi pendataan berbasis Android atau Google Form untuk relawan.
  • Sinkronkan data dengan sistem nasional (Dapodik, EMIS, dll).
  1. 💬 Program Tindak Lanjut (Pasca Pendataan)
  • Megajak anak-anak Putus sekolah segera kembali Bersekolah di Jalur Pendidikan Kesetaraan (Paket A setara SD, Paket B Setara SMP dan Paket C Setara SMA ),
  • Penguatan Kerjasam dengan Mitra, dalam rangka mengakses Beasiswa Kembali Sekolah dari CSR/NGO
  • mendorong Program Orang Tua Asuh oleh diaspora NTT
  • menciptakan Sekolah Inklusif & Mobile Schooling untuk daerah 3T

program ini telah digagas oleh direktur PKBM Harapan Bangsa ( Petrus Allung) dalam paparan Presentasi Role model gerakan pendidikan merata di NTT, lingkup satuan Kerja PKBM Harapan Bangsa Kota Kupang. seiring dengan kapasitas strategis di berbagai bidang dan organisasi antara lain:

  1. Ketua DPW Generasi Digital Indonesia (GRADASI) NTT
  2. Ketua DPW Himpunan Pendidik Pelatih Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) NTT
  3. Ketua Bidang Hukum PGRI Cabang Khusus Kota Kupang
  4. Ketua DPD-FK.PKBM Kota Kupang
  5. Ketua KSP Generasi Anak Bangsa-NTT

Bahwa PKBM Harapan Bangsa akan, Mengatur strategi Pendataan di 6 Kecamatan dan 51 kelurahan di Kota Kupang, sejalan dengan Tindaklanjut Rekomendasi Pendataan Masyarakat Droup Out Oleh SETDA Kota Kupang Nomor Bagsos.420/030/2015 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan pendataan ATS ( Droup Out di Kota Kupang. Tentu Pendataan yang dimaksudkan bukan Hal baru, Namun memperbaharui konsep dan strategis untuk menekan angka Putus sekolah dan juga Mengajak Lulusan-lulusan SMA/SMK/Sederajat dan Sarjana yang belum Bekerja, Untuk terlibat dalam Pendidikan pelatihan Peningkatakn Kompetensi kerja menjelang kerja dan Berwirausaha, dalam Pemanfaatan Potensi Kearifan Lokal. Selain pendataan Dor to dor, Kami juga membuka Pendaftaran APS Secara Daring ( Online) sangat Mudah. SILAHKAN KLIK dan Isi Data

https://pkbmharapanbangsa.com/formulir-online/

Pinta *Petrus Allung*