Peran dan Sikap Tutor

Untuk menciptakan suasana Belajar mengajar yang efektif, efisien dan berkualitas, Setiap Pendidik pada jalur pendidkan Nonformal yang disebut Tutor Perlu mengusasi Fungsi, Peran dan Tugas sebagai Tutor.Terlebih menunjukan Peran dan sikap dalam kelas saat pembelajaran.

A. Peran Tutor itu adalah sebagai berikut:

  1. Meemahami Kurikulum dan Bahan Pembelajaran Pendidikan dari Mata Pelajaran ( Modul yang diajarkan)
  2. Memahami Standar Kompetensi Pendidikan dari Mata Pelajaran ( Modul yang diajarkan)
  3. Memahami karakteristik warga belajar terutama tentang; Usia, Latar belakang pendidikan,Kecakapan Awal Warga Belajar, Pekerjaan dan Kondisi Kesiapan Warga Belajar
  4. Mampu Mengajarkan Isi Bahan Belajar ( Modul) menggunakan metode Pembelajaran yang sesuai
  5. Mampu Mengembangkan Isi Bahan Ajar (Modul)

B. Sikap-Sikap Tutor

Sikap Tutor yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Bersikap Sabar dan Tidak mendominasi
  2. Bersikap Rendah hati dan menghargai Warga Belajar
  3. Melebur kedalam Kelompok Sasaran
  4. Bersikap Terbuka
  5. Bersikap Sederajat dan Tidak menggurui
  6. Bersikap Akrab dan Santai
  7. Bersikap Kreatif dan Inovatif dalam pengembangan Bahan Ajar
  8. Mampu menciptakan Jiwa Kemandirian kepada Warga Belajar
  9. Bersikap Objektif dalam menilai dan mengkritik

 

                                 Semoga bermanfaat

PKBM HARAPAN BANGSA SUKSESKAN PROGRAM ASESMEN NASIONAL SEBAGAI PROGRAM PRIORITAS KEMEDIKBUD RISTEKDIKTI

Tujuan ANBK

Program Asesmen Nasional (AN) sebagai program Pengganti UN Oleh Mas menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Mas Nadim Anwar Makarim)

Berbasis Komputer, Kini Telah dirasakan Oleh Peserta didik Jalur Pendidikan formal dan Nonformal di seluruh Indonesia. Sejatinya AN sudah Bukan hal baru lagi bagi Lembaga PKBM Harapan Bangsa, Karena sudah Tahun Kedua, Pemerintah Pusat Menetapkan PKBM Harapan Bangsa Sebagai  Lembaga Penyelenggara ANBK dengan Menampung Ratusan Siswa Dari Bebebrapa sekolah di Kota Ibu Kota Provinsi NTT ( Kota Kupang), Baik Jalur Formal maupun Nonformal.

Apa sesungguhnya  tujuan dari ANBK, yaitu:

1. Menganalisa Karakter
Tujuan ANBK yang pertama adalah memaksimalkan analisa karakter peserta didik. Melalui ANBK, dapat dianalisa pula hasil belajar social-emosional masing-masing peserta. Analisa karakter peserta diukur dari beberapa aspek profil belajar pancasila.

2. Meningkatkan Kemampuan Literasi
Tujuan ANBK selanjutnya adalah meningkatkan kemampuan literasi bagi peserta. Melalui ANBK, dapat diukur sejauh mana kemampuan literasi membaca setiap peserta. Hal ini tentu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi masing-masing peserta.

3. Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar

Tak hanya dapat meningkatkan kemampuan literasi, tujuan ANBK lainnya adalah meningkatkan kualitas belajar mengajar. Adanya ANBK, dapat mengetahui perbaikan kualitas belajar-mengajar yang mana yang perlu ditingkatkan lagi. Apabila proses belajar mengajar berjalan dengan baik tentunya hasil belajar Peserta didik juga akan maksimal.

4. Meningkatkan Kemampuan Numerasi
Sementara itu, tujuan ANBK juga dapat meningkatkan kemampuan numerasi. Melalui ANBK, dapat diukur kemampuan numerasi setiap peserta. Hal ini tentu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk dapat meningkatkan kemampuan numerasi masing-masing peserta.

5. Ada perbedaan dari Pelaksaanan ANBK, dengan karakter Soal yang jauh berbeda dari sebelumnya seperti, ANBK memeiliki Karakter Soal AKM antar lain:

  • Tipe Soal Pilihan Ganda
  • Tipe Soal Pilihan Ganda Komplek
  • Tipe Soal Uraian
  • Tipe soal Uraian Singkat
  • dan Tipe Soal Menjodohkan

Selain Siswa Menghadapi ANBK dengan Karakater dan Tipe soal AKM diatas, Guru-guru Juga diperhadapkan Dengan Ujian Survey Lingkungan Belajar

https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id/,

Survei lingkungan belajar mengukur kualitas 9 aspek yang memengaruhi kualitas belajar peserta didik. Survei lingkungan belajar akan memotret mutu satuan pendidikan secara utuh mulai dari input dan proses belajar-mengajar di dalam kelas maupun di tingkat sekolah.

Seperti yang  sudah disinggung, terdapat 9 aspek dalam survei lingkungan belajar pada Asesmen Nasional. antara lain:

1. Kualitas pembelajaran

Kualitas pembelajaran akan mengukur tingkat kualitas interaksi yang terjadi antara peserta didik, guru, dan juga materi pembelajaran yang dijelaskan oleh guru kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran mencakup pengelolaan kelas, dukungan afektif, pembelajaran interaktif, dan penyesuaian cara mengajar sesuai dengan kemampuan peserta didik.

2. Praktik perbaikan pembelajaran oleh guru

Pembelajaran yang dilakukan juga perlu direfleksikan oleh guru. Dalam aspek ini dapat melalui belajar seputar pembelajaran, refleksi atas praktik pengajaran, serta penerapan praktik inovatif.

3. Kepemimpinan instruksional

Kepemimpinan instruksional di sini lebih kepada peran kepala sekolah dalam memimpin satuan pendidikan. Misalnya seperti kemampuan kepala sekolah untuk menyusun visi, misi, program, dan juga kebijakan yang mendukung guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

4. Iklim keamanan di sekolah

Satuan pendidikan seyogianya harus memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga sekolah, baik secara fisik dan juga psikologis. Oleh karena itu, satuan pendidikan perlu memiliki pemahaman, program, serta menerapkan kebijakan terkait perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkoba.

5. Iklim kebinekaan di sekolah

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman. Maka dari itu, satuan pendidikan perlu menghargai keragaman agama, sosial, budaya, dukungan kesetaraan hak sipil, dan komitmen kebangsaan.

6. Dukungan atas kesetaraan gender

Lingkungan di satuan pendidikan harus bisa berperilaku adil dan memberikan kesempatan yang bagi seluruh warga sekolah, baik laki-laki maupun perempuan, dalam menjalankan peran di lingkungan satuan pendidikan.

7. Iklim inklusivitas

Satuan pendidikan harus mampu mengedukasi pengetahuan, menerima, dan juga mendukung para peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, serta murid cerdas istimewa ataupun bakat istimewa.

8. Dukungan partisipasi orang tua dan peserta didik

Seluruh elemen warga sekolah idealnya harus terlibat dalam setiap kegiatan dan juga program yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Maka dari itu, orang tua bisa ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan kegiatan sekolah dan juga peserta didik bisa berperan serta dalam penyusunan program sekolah.

9. Latar belakang sosial-ekonomi peserta didik

Survei lingkungan belajar juga mencoba untuk memetakan latar belakang sosial-ekonomi peserta didik. Kondisi sosial-ekonomi di sini terkait dengan mengakses dan juga memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, seperti tingkat pendidikan orang tua dan juga fasilitas belajar yang tersedia di rumah.

Kgiatan ANBK Jenjang SMA dikuti Oleh PKBM Harapan Bangsa dan SMA Kihajar Dewantara Kupang, dengan Jumlah Partisipasti Peserta antara Lain:

  1. Paket C PKBM Harapan Bangsa diikuti Oleh 45 Siswa dan 5 Cadangan, Tingkat Pencapaian Partisipasi 97,8% dilaksanakan sesi Simulasi, Gladi Bersih dan ANBK Utama sejak Tanggal 19 s/d 29 Agustus 2022.
  2. SMA Kihajar Dewantara diikuti Oleh 8 Siswa dan diikuti oleh 6 Siswa dengan Anka Partisipasi 75 % dilaksanakan Sesi tahapan Yang sama dengan PKBM Harapan Bangsa, Hanya waktu pelaksanaan yang berbeda Namun sama -sama menggunakan Satu Ruang LAB Komputer PKBM Harapan Bangsa, sejak Tanggal 24 Agustus s/d Tanggal 1 September 2022.

Keberhasilan ini diperoleh atas kerjasama Semua Pihak, Baik pemerintah Pusat, Propinsi Pemkot Kupang, serta Panitia Satuan Pendidikan dan Teknisi Proktor dapat menyiapkan dengan Baik, sehingga Tidak ada kendala yang dihadapi dalam semua tahapan kegiatan sampai selesai.

By======= Kontributor PKBM Harapan Bangsa

Direktur PKBM Harapan Bangsa, Kota Kupang Mengubah Pendidikan Model Baru

Era Digital Berani Berinovasi, Bekali Peserta didik, Ciptakan Lapangan Pekerjaan lewat Pendidikan

Pimpinan PKBM Harapan Bangsa Kota Kupang ( Petrus Allung, SH)  Bersama jajaran kerjanya memberikan Inovasi terobosan yang baru, dilihat dari semakin sempitnya lapangan Kerja secara Nasional, bahkan peluang kerja dari Tahun ke Tahun mengalami penurunan peluang kerja bagi Lulusan sarjana, apalagi Lulusan SMA/SMK sederajat.

Mengamati kondisi sosial yang ada, Pimpinan PKBM Harapan Bangsa, melakukan Terobosan yang baru, yaitu membangun kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Ristek dan teknologi menyelenggaraakan Pendidikan dan Pelatihan Program Pendidikan kecakapan Wirausaha Teknologi Informasi Digital, Jaringan Komputer dan System Administrasi Bagi 25 Orang Peserta didik selama 200 Jam Teori dan Praktek.

seluruh Ketrampilan yang diajarkan secara digital, tidak hanya sekedar memperoleh Sertifikat Kompetensi, Namun Pimpinan PKBM Harapan Bangsa, Bekerja keras Menjalin Hubungan kerjasama dengan Dinas Koperasi kota kupang serta Lembaga Platform Digital, mendirikan 2 Perusahaan Sekaligus sebagai Peluang Kerja bagi Alumni-Alumni yang baru Lulus Pelatihan.

Peserta yang Telah LULUS dari Pendidikan dan Pelatihan TIK Digital dan jaringan komputer, diberikan Paket Bantuan Dukungan Kerja berupa, 2 Unit Laptop, 2 Unit Meja Biro ( Meja Kerja) dan 10 Unit Kursi, 1Unit Printer, dan 2 Unit Usaha yang akan dikelola secara Mandiri dan didampingi oleh  Pihak Lembaga PKBM Harapan Bangsa beserta jajaran Tim Ahlinya, agar para Lulusan Tidak hanya membawa sertifikat, namun Langsung beroperasi dari Ilmu yang diperoleh selama 200 Jam ( 2 Bulan Belajar) dan  Dari Pekerjaan yang diciptakan Oleh Pimpinan Direktur PKBM Harapan Bangsa, Dapaat dirasakan Oleh Kelompok Usaha dan Masyarakat Pada Umumnya.

Direktur Sebelumnya Berpesan Dalam Sambutan Penutupan Kegiatan pada Tanggal 1 Agustus 2022 oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Bpk.Yeremias Abolake, S.Pd, Bahwa Berharap Pemerintah Kota Kupang bersama seluruh SKPD bidang, dan Unit-Unit Kerja dapat Mendukung Program yang diselenggarakan Oleh Lembaga PKBM Harapan Bangsa, Karena PKBM Harapan Bangsa, Bukan Identik dengan Pendidikan kesetaraan, Namun lembaga ini sudah terbiasa menyelenggarakan seluruh Bidang program Pendidikan dari PAUD, DIKDASEMN Kesetaraan, Hingga Pendidikan dan Pelatihan Kerja bagi Para Pencari kerja pemula.

Untuk itu dengan Terciptanya dua unit Usaha Baru yang menjadi Rintisan Program PKBM Harapan Bangsa, dapat didukung Penuh Oleh semua kalangan masyarakat Umum, agar dapat meningkatkan SDM dan IPM Kota Kupang dan NTT dari Tahun ke Tahun.

” New education paradigma “

Pemerintah Kota Kupang, melalui Kasie Kur Membuka Program PKW dari Dirjen Vokasi Kemdikbud, Riset dan Teknologi

Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan PNF Membuka Program PKW TIK Jarinagn Komputer dan sistem Administrasi di PKBM Harapan Bangsa

Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan Pendidikan Nonformal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang” Bpk.Yeremias Abolaki, S.Pd, memberikan sambutan sekaligus membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Teknologi Informasi dan Komunikasi Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi Secara Resmi di PKBM Harapan Bangsa Kelurahan Oebobo Kec.Oebobo Kota Kupang, Senin (06/06/2022).

Acara ini dihadiri oleh Kerpala Seksi Pemberdayaan masyarakat Kelurahan Oebobo, Ketua RT 25 Rw.09 Bpk.Zem Kamengmau, A.Md.Kep beserta Penilik PLS  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Bpk.Meiman Opyck, S.Pd , Mitra Kerja Lembaga Platform Digital DPW GRADASI NTT dan PT. AYU@TRAVEL.COM, Pimpinan Lebaga UMKM UD.Pominiku, Pimpinana UD.Pominiku Bpk.Ruben Edi Wage Mengikuti secara Virtual, Lembaga Permodalan dihadiri oleh Manajer KSU.Wangga Koly Bpk.Sabdi Djalla, Bapak Ibu Instruktur dan Narasumber Teknis, peserta program PKW  Teknologi Informasi, komunikasi dan jaringan komputer sistem administrasi tahun 2022.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini yaitu Dirjen Pendidikan Vokasi dengan PKBM Harapan Bangsa dengan tujuan dapat Terselenggaranya program PKW TIK Jaringan dan system Administrasi kepada 25 Peserta didik.

Dalam Acara pembukaan Kegiatan ini, direktur PKBM Harapan Bangsa Petrus Allung, SH dalam sambutannya bahwa Pendidikan dan Pelatihan yang diselenggarakan Oleh PKBM Harapan Bangsa yang dipimpinnya agak sedikit berbedah cara penyelenggaraan, Pendampingan serta metode Menciptakan Peluang kerja sudah didesain dengan empat rancangan Program bagi Peserta 25 Orang diantaranya adalah:

  1. Peserta dilatih dan didorong memiliki Jiwa entrepreneurship berbasis Digital
  2. Didorng mampu memiliki Kompetensi Jaringan Komputer terlebih dalam penguasaan Aplikasi-aplikasi Digital yang dapat digunakan sebagai peluang Usaha Lapangan Kerja.
  3. Dilatih menguasai system manajemen pengelolaan jasa Keuangan (Koperasi) berbasis Bussinis Digital .
  4. Peserta dilatih memiliki Kompetensi Pengelolaan manajemen Aplikasi Dapodik sekolah, agar dapat ditawarkan kepada sekolah-sekolah PAUD-DIKDASMEN yang Belum memiliki Tenaga Khusus Dapodik.
  5. Lulusan-lulusan dari Program ini, dapat diterima di Dunia Usaha dan Dunia Industri jasa dibidang Teknologi Informasi dan system Administrasi.

Selain itu Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat Keluarhan Oebobo mewakili Lurah Oebobo, Mmemberikan Apresiasi yang sangat besar Kepada PKBM Harapan Bangsa telah menmbawa program yang dibilang Unik seprti ini dapat di berikan secara Gratis Kepada Masyarakat, Terkhusus bagi Masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan Tetap.suatu Langkah menolong sesame dengan program seperti ini.Besar Harapannya bahwa Lembaga ini berada di tengah-tengah pemerintahan Keluarhan Oebobo Khususnya di RT 25 Rw 09 Telah memberikan Kontribusi yang sangat besar.itu karena atas dasar kerjasama yang baik. Untuk itu diharapkan kepada ke 25 Peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga mencapai Tujuan mulai yang disampaikan oleh Bpk.Direktur ( Petrus Allung) #pintanya#.